Review Buku| Menggali Mutiara Kehidupan Dari Sosok Ayah dan Ibu Yang Sederhana

docpri

KeMARIYAHan SeJATI

“𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗽𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹 𝗶𝘁𝘂? 𝗦𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝟳𝟬 𝗰𝗺. 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗽𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘁𝘂𝗺𝗯𝘂𝗵 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝟮 𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿. 𝗝𝗶𝗸𝗮 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗽𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗵𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗸𝗮 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗺𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟮 𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿,” demikian jawaban sang ayah saat anaknya menanyakan apakah mungkin bisa melompat lebih tinggi dari tinggi badannya.

Buku ini dibuka dengan peristiwa masa kecil yang menceritakan bagaimana sang ayah menjawab pertanyaan anaknya dengan cara yang tak biasa. Sang ayah menjawab dengan perumpamaan yang kala itu masih sulit dipahami oleh seorang anak SD. Tetapi jawaban itu terus membekas dalam ingatan anaknya. Setelah bertahun-tahun kemudian penulis baru memahami bahwa “cara melompat” yang menurutnya waktu itu tak mungkin dilakukan, memberi pemahaman bahwa belajar dan bekerja itu perlu dilakukan sedikit demi sedikit tetapi konsisten. Tak ada kesuksesan yang instan. Semua membutuhkan kerja keras dan kesabaran.

Sebagian kita mungkin tidak asing dengan kenangan masa kecil di kampung halaman. Tentang pengalaman 𝘢𝘯𝘨𝘰𝘯 (menggembala kambing/sapi), 𝘯𝘨𝘢𝘳𝘪𝘵 (mencari rumput) dan 𝘮𝘢𝘤𝘶𝘭, mandi di sungai, bermain di pematang sawah, nonton wayang kulit atau sekedar mendengarkannya lewat radio. Juga bagaimana asyiknya belajar kelompok, tebak tepat ala TVRI saat SD dan SMP. Membaca buku ini kita seperti diajak terbang ke masa 30 tahun silam dengan meminjam mesin waktu Doraemon.

Bab-bab yang lainnya mengungkap kisah-kisah haru, seru dan kadang lucu tetapi sarat makna sebagaimana judul buku ini: KeMARIYAHan SeJATI. Sebuah judul yang terinspirasi dari grup 𝘞𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱 keluarga. MARIYAH adalah nama ibu penulis, sedangkan JATI adalah nama ayah. Walau sering membuat terkecoh dan diasosiasikan dengan kata “Kemeriahan Sejati”, namun bagi penulis tidak menjadi masalah, karena itu pun memiliki makna yang baik.

Dari semua itu yang paling berkesan adalah pelajaran dari setiap tulisan yang bisa dijadikan suri tauladan bagaimana menjadi orang tua yang baik, mengayomi anak-anaknya, membina keluarga agar selalu rukun dan kompak. Bahkan hingga akhir halaman pun penulis tetap konsisten menyematkan sebuah falsafah hidup yang mengajarkan untuk terhindar dari berfikir sempit. Saat mengalami kegagalan atau pahitnya kehidupan sang ayah mengajarkan untuk memiliki sikap: 𝘈𝘫𝘢 𝘨𝘶𝘮𝘶𝘯𝘢𝘯, 𝘢𝘫𝘢 𝘨𝘦𝘵𝘶𝘯𝘢𝘯, 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘨𝘦𝘵𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘭𝘦𝘮𝘢𝘯. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘫𝘢. Sebuah falsafah Jawa yang relevansinya tak lekang oleh zaman.

Joko Sutrisno, si penulis buku ini sudah menggeluti dunia menulis sejak anak-anak. Semasa SMP dan SMA ia aktif menulis cerpen dan puisi sebelum akhirnya menempuh pendidikan Fisika di UGM. Kini ia bekerja sebagai editor di Penerbit Duta. Sebuah pekerjaan yang sangat dekat dengan dunia menulis yang menjadi hobinya. Maka melalui hobinya itu penulis ingin berbagi tentang nilai-nilai hidup yang sangat berharga yang ia dapatkan dari upaya menggali dan memahami ucapan atau ujaran sederhana ayah dan ibunya. Ia tulis pengalamannya dengan gaya bertutur yang ringan dan sederhana tetapi sarat makna. Cerita-cerita masa kecil disusun dengan runtut dan sistematis, menjadi sebuah buku yang renyah dibaca. Apalagi bagi generasi yang kini sudah menjadi orangtua, kiranya membaca buku ini akan mendapatkan sebuah tauladan bagaimana menjadi orang tua yang baik dengan memahami prinsip dan falsafah-falsafah hidup untuk dijadikan pegangan dalam menjalani hidup ini agar menjadi lebih baik.

***

𝐉𝐮𝐝𝐮𝐥 𝐛𝐮𝐤𝐮 : KeMARIYAHan SeJATI : Memahami Falsafah Hidup Yang Diajarkan Orang Tua Melalui Ucapan Sehari-hari
Mereka Kala Kita Masih Anak-anak
𝐏𝐞𝐧𝐞𝐫𝐛𝐢𝐭 : Penerbit Duta
𝐏𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 : Joko Sutrisno
𝐈𝐒𝐁𝐍 : 978602295955-7
𝐔𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧 : 21 x 14 cm
𝐇𝐚𝐥𝐚𝐦𝐚𝐧 : xiv 242 halaman
𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 : 2017
𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 : Rp 60.000

4 responses to “Review Buku| Menggali Mutiara Kehidupan Dari Sosok Ayah dan Ibu Yang Sederhana

  1. Melihat kebelakang, menilai kembali pengalaman dan mengingat kembali petuah pada masa yang lalu dari orang tua, membawa kita pada moment yang luar biasa!
    Langkah menjadi lebih berhati-hati, dan pandangan menjadi lebih luas. Buku yang bagus!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.