Mengelola Komunitas Menulis

Pic: gfreelance.com

Sebulan terakhir ini aku mendapat kesibukan baru. Membantu mengelola sebuah komunitas menulis.

Sebagai pengalaman pertama, aku agak sedikit canggung. Menanggapi anggota-anggota baru. Melayani pertanyaan-pertanyaan dan membantunya kala mendapat kesulitan seputar posting di blog bersama. Walaupun hanya membantu, tetapi butuh effort dan komitmen yang lebih daripada sebagai anggota yang tinggal mengikuti program-program di dalamnya.

Kebetulan komunitas menulis ini baru berjumlah 29 orang. Kegiatannya masih seputar menulis tematik. Jadi masih bisa kepegang memantau aktifitas dan mengunjungi tulisan-tulisan anggota pada saat ada event. Belum terpikir nanti kalau jumlahnya ratusan. Mungkin harus merekrut anggota yang lain untuk membantu.

Sebagai pengalaman baru pasti akan banyak kekurangan di sana sini. Sekarang mungkin masih semangat-semangatnya karena kebetulan pekerjaan di kantor juga lagi tidak banyak. Jadi masih bisa membantu mengupdate materi dan progress dari setiap event yang sedang berlangsung.

Karena ini aktifitas baru, kadang masih gagap membagi waktunya di antara kegiatan mengelola komunitas, mengelola blog sendiri dan tentunya pekerjaan utama di kantor. Mungkin itu salah satu resikonya ya, dan mudah-mudahan hanya di awal-awal saja.

Kiranya tulisan ini sekedar berbagi sedikit pengalaman saja sambil menyapu halaman dan mengisi konten di rumah pribadi.

Barangkali kamu punya pengalaman mengelola komunitas menulis yang bisa dibagikan di sini?

Terima kasih sebelumnya. Salam.

Oh ya, jika ingin bergabung di komunitas kami silahkan kunjungi komunitas menulis Ikatan Kata atau bisa langsung bergabung di sini.

10 responses to “Mengelola Komunitas Menulis

  1. Tulisannya sangat sederhana. Maknanya bebas tafsir mendua. Tulisan yang entah bagaimana membuat saya tersentuh. Mungkin karena begitu lugu dan jujur. Atau mungkin karena sebagai anggota, sebelumnya saya tidak melihat… tidak mencoba membaca hati, Mas HP. Terima kasih sudah mengasuh kami dengan sangat luar biasa. Saya meminta kesempatan ke dua, saya ingin memulainya dengan pandangan yang berbeda tentang komunitas ini.

    Like

    • hehehe… tulisanku kok wingi nusuk dirimu. saiki nyentuh dirimu. Iso emen to sampean baper karo tulisanku yg sederhana dan lugu ini. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

      selagi masih alam demokrasi, selalu ada kesempatan ke-2, ke-3, ke-4.. dst, mas Ndobos.

      wis gek ayo, ojo dipikir abot-2 πŸ˜€

      Like

      • Aku seorang matematika, Mas. Terbiasa dengan kecepatan bunyi dalam kata-kata. Jadi ketika aku menemukan sebuah kata ungkap yang kebetulan–meskipun kadang gak percaya kebetulanβ€”memiliki kecepatan yang sama dengan rasaku, aku langsung baper.

        Okesip, Mas.

        Like

  2. Pingback: Bertetangga Dengan Bintang – Ikatan Kata·

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.