Overtime Again

Lembur lagi, bro.

Beginilah aktifitasku sebagai seorang karyawan biasa. Lembur lagi. Lagi-lagi lembur. Banyak lembur. Tapi tidak juga menjadi kaya. Hehe.

Aku kadang iri dengan teman-teman yang punya banyak waktu berwisata. Dari satu negara ke negara lain. Berjalan ke tempat-tempat yang indah dan unik. Ke Lapland seperti mbak Helena Pardede ( Ajheris ),  ke Unawatuna seperti mbak Noni,  atau ke Lutherstadt Wittenberg seperti mbak Anna Liwun. Bisa makan di Swedia, tidur di Findlandia dan besuknya lagi terbang ke Rusia. Sementara aku boro-boro jalan-jalan ke luar negeri, bisa wisata lokal saja misalnya ke Bali, ke Karimun Jawa, atau kerenan dikit ke Raja Ampat saja sudah hebat buatku. Atau bisa kuliner setiap minggu ke Bandung atau ke tempat-tempat keren di Jakarta saja sudah mewah. Hihi.

Makanya, tulisanku sangat sedikit yang mengulas acara jalan-jalan. Kuliner saja jarang. Mungkin kalau mengulas kuliner jajanan pasar atau pinggir jalan baru bisa. 😀 Maklum, penganut madzab hidup sederhana. Bukan apa-apa, karena no choise. 😀 Jalan-jalan dan kuliner adalah barang mewah buatku. Tapi, aku tetap berprasangka baik kok sama Tuhan. Bagiku apa pun yang ada pada diriku adalah anugerah terbaik. Walaupun pagi siang sore bekerja keras, bahkan hari Minggu pun kadang masih harus menjadi driver online buat cari tambahan, namun hanya cukup untuk kebutuhan pangan, sandang dan sekolah anak-anak. Walah, kok jadi curcol ya. Enggak juga sih. Aku hanya sekedar mengekspresikan lintasan pikiran sesaat dengan menulis saja, bukan untuk membuat orang trenyuh atau apa. Aku bahagia kok dengan apa yang ada. Kalau toh aku mengungkapkan rasa iri, itu bukan sebuah perasaan negatif. Tapi mungkin bisa menjadi alat pemacu semangatku untuk tetap berusaha sehingga suatu hari nanti mimpi-mimpi indahku bisa terwujud. Bukankah bermimpi itu gratis? 😀

Dan biarlah Tuhan mengatur hidupku sebagaimana mau-Nya. Tuhan selalu baik dengan hamba-Nya. Perjuangan hidupku tidaklah seberapa, dibanding orang-orang yang bahkan untuk makan saja sudah pusing tujuh keliling. Hari ini bisa makan, entah besok. Sedang aku masih bisa merasakan hidup jauh lebih cukup dari banyak orang. Punya rumah sendiri ( tidak ngontrak lagi ), punya istri yang cantik dan 3 orang anak yang sehat-sehat. Punya mobil sendiri meskipun mobil LCGC 1000 cc. Dan usia juga masih produktif untuk membesarkan anak-anakku.

Memang, di saat-saat harus lembur seperti malam ini aku sering bermimpi kapan bisa liburan dan jalan-jalan keliling Indonesia atau dunia ? Bisa membahagiakan istri dan anak-anak seperti teman-teman yang selalu selfie di facebook. Hehe.

Ah, jangan dianggap serius curcolan di atas ya. Hanya sekedar lintasan mimpi yang numpang lewat. Dan kalau sudah menjadi postingan begini, biar Tuhan yang memutuskannya.

Sudah ya, aku mau ganti jendela kerja. Sebuah proses dari tahapan pekerjaanku baru saja selesai. Klik.. Klik.

***

 

 

 

 

 

8 responses to “Overtime Again

  1. Tenang mas, aku pun sepertimu. Boro-boro ke Singapura negara tetangga terdekat dari kita…ke Cirebon aja aku belum pernah loh mas. Kuliner, travelling semua butuh dana besar…dan aku engga punya itu hahahaha….nrimo aja, syukuri aja, jalani aja.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.