Istri Madu

Seorang suami yang berprofesi sebagai tukang buah punya cara menarik pelanggan. Beberapa buah dagangannya diembel-embeli kata “madu”. Ada nanas madu, ada melon madu, ada sawo madu.  Ada juga mangga madu. Ditulisnya daftar dagangannya dengan huruf besar berwarna merah di sebuah papan putih.

Suatu saat datang seorang pelanggan memilih-milih dagangannya.

“Bang.. manis gak bang nanas madunya?”

“Tentu, neng. Namanya juga nanas madu. Manisnya seperti madu.”

“Kalau ini apa bang?”

“Oh, ini melon madu, neng. Baru dateng dari Madiun. Dijamin manis.”

Terus si eneng ngelihat wanita di samping abang.

“Istrinya, bang?”

“Iya, neng. Itu istri madu.” jawab si abang sambil ngelirik dan melempar senyum ke istrinya. Ia bermaksud memuji istrinya yang manis seperti madu.

“Iya, neng. Itu istri madu.” jawab si abang sambil ngelirik dan melempar senyum ke istrinya. Ia bermaksud memuji istrinya yang manis seperti madu. Tetapi nampaknya justru sang istri tak menyukai pujian itu. Kontan istrinya bereaksi sebaliknya.
“Apa? Suami kurang ajar !!! Nih, rasakan tendangan madu hutan !! “
“Bug..!! Praak !! Gedebug!. Booom ..!!!. Istri madunya kalap. Sang suami tak sempat menghindar. Nyungsep lah ia di lutut istrinya. Lalu pingsan dengan sukses. Ia lupa, istrinya mantan bodyguard.

🙂

#Depok, 20190311

 

 

 

Advertisements

3 responses to “Istri Madu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.