Menulis Puisi?

ilustrasi: lobikampus.blogspot.co.id

sudah lama aku tak menulis puisi
meski sudah lama
aku tak lupa bagaimana menuliskannya
dan aku tak mungkin lupa
karena aku suka menulis puisi
bahkan andaikata banyak yang tak suka puisi
entah karena puisiku buruk
atau karena alasan lain

kau lihat di sini
dengan mata kepala sendiri
sebagai saksi
bahwa aku masih bisa menulis puisi

pu i si

sebentar
agar tak melanggar kaidah berbahasa 
akan kuhilangkan dulu dua spasi

puisi

nah, kan
sudah kubuktikan
aku masih bisa menulis puisi
setidaknya menurutku sendiri

terima kasih sudah menyempatkan membaca:
puisi akhir pekan ini

happy weekend
have a nice day  🙂 🙂 🙂 

Jakarta, 5 Agustus 2017

Advertisements

22 responses to “Menulis Puisi?

    • Terima kasih mas Bhaskara, sdh mampir dan komen. Awalnya ingin mencoba bahwa hal2 yg remeh temeh bs dibuat puisi, dan kesannya ngasal ya. Biar gk bosen dg gaya puisi yg melankolis mas.. hehe.

      Like

    • Memang kalau dulu puisi terikan dg rima dan jumlah baris dalam satu bait. Yp makin lama makin bebas. Bahkan kadang ada yg menuliskan bait puisi seperti menulis paragraf spt dlm bentuk cerpen atau prosa.

      Jd kebebasan bentuk itu yg mungkin membuat puisi zaman sekarang sperti bukan puisi..(mungkin pendapat ini subyektif)..barangkali lho ya mas.

      Liked by 1 person

  1. Kau adalah pertama yang ku cinta
    Namun kau sulit untuk melupakan
    Semua adalah kenangan
    Rasa ini adalah nyamanku padamu

    Semua telah berbeda
    Berbeda setelah kita tak bersama
    Namun ku berusaha untuk melupakan semua itu
    Tapi tak bisa ku lakukan dengan secepat itu
    Bahkan melupakanmu…
    Membutuhkan waktu lama
    Hilang dalam fikiranku

    Setiap ku ingat tempat itu
    Sepintas ku ingat kenangan terindah bersamamu
    Aku tak menyangka, kenangan apakah ini?!
    Mengapa aku susah untuk melupakan itu?!

    Karena ku tahu maksud dari kenangan itu
    Kenangan yang akan mengingatnya
    Jika kita berjumpa
    Walau kita tak bersama

    Liked by 1 person

    • kenangan yang indah tentunya ya, mbak.. 🙂
      apalagi yang pertama.. hehe, sulit dilupakan pastinya..
      terima kasih puisinya dan sudah hadir di sini.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s