Sudah Jatuh Tertimpa Cinta

Sudah Jatuh Tertimpa Cinta “. Ini adalah judul sebuah film yang sedang dalam proses syuting. Kok saya bisa tahu? Tenang, saya hanya mendengar judul film ini dari penumpang yang saya antar pulang pada suatu malam.

Beberapa hari yang lalu, jam 12 tengah malam saya masih di jalanan. Saat hendak pulang aplikasi taksi online masih dalam posisi on,. Di tengah perjalanan pulang ternyata masih ada order muncul di layar smartphone.

Jl. Siliwawangi  menuju sebuah perumahan di Pondok Terong, Citayem Bogor. Ya, angkat saja deh pikirku. Ini trip terakhir dan setelah itu saya matikan aplikasi agar bisa langsung pulang.

Ternyata ada rombongan berjumlah 9 orang minta diantar dalam satu mobil. “Mas, kita 9 orang tapi kecil-kecil. Tolong ya, mas. Bisa ya?”

Dengan sedikit diplomasi saya jawab ke mbaknya, “Maaf mbak, mobil ini kapasitas maksimal hanya 7 orang termasuk driver. Saran saya order satu mobil lagi dan dibagi dua penumpangnya biar duduknya nyaman.”

Mbaknya mengiyakan. Dan pesanan mobil berikutnya pun datang.

Di perjalanan, mereka banyak yang menguap karena kecapekan. Tapi saya pancing obrolan biar suasana malam tidak larut dan mencekam.

“Capek banget ya mbak, habis dari mana ini? ”

“Dari syuting, mas.”

“Oooh.. syuting film?”

“Iya. Film televisi sih. FTV.”

“Judulnya apa mbak?”

Sambil tersenyum mbaknya menjawab “Sudah jatuh tertimpa cinta.

Aku tersenyum mendengar judulnya. “Waduh, enak dong. Biasanya kan udah jatuh ketimpa tangga.”

“Hehehe.. tauk tuh mas, sutradaranya bikin judul ngasal. Wkwkwkwkw, saya sih ngikut aja diajak syooting. Bukan peran utama sih, kita-kita ini lebih banyak berperan sebagai figuran. Hanya satu temen kita di sini yang kebagian peran lebih. ”

“Oh gitu. Tapi malam banget ya pulangnya. ”

“Iya, memang semua pulang bareng, gak enak kalau pulang duluan. Kita menunggu kru-kru yang lain selesai.”

Tak terasa perjalanan sampai tujuan, dan obrolan pun terhenti sampai di situ setelah pembayaran dan ucapan terima kasih.

Tapi judul film itu masih terngiang di benak saya. Sudah jatuh tertimpa cinta? Ini mah bukan kalimat dramatisasi,  karena jatuh yang terbalaskan cinta kan menjadi tidak sakit lagi. Kecuali kalau nanti ceritanya sudah jatuh lalu berakhir dengan sakit hati akibat cinta, baru itu judulnya pas.

Ah, bisa aja si pembuat judul. Mungkin maunya anti mainstream. Tapi memang,  judulnya sudah berhasil menyisakan tanda tanya di pikiran saya. Seperti apa sih jalan ceritanya? 🙂

*
Jakarta, 20 Juli 2017

Advertisements

7 responses to “Sudah Jatuh Tertimpa Cinta

  1. yang penting judulnya bagus ujung2nya ceritnya beda banget, tuh kayak sinetron kejar tayang itu.. kayak pemeran utamnya dibuat mati, dan alurnya jadi kemana-mana nggak jelas endingnya

    Liked by 1 person

  2. Iya mas, seringkali judul dan isi gak nyambung. Apalagi soundtrack lagunya.. asal. Makanya jarang nonton sinetron .. 🙂

    Like

  3. Blogku mendapat Boom Views sebanyak 200san lebih dalam satu hari karena tulisan ini. Search “Sudah jatuh tertimpa cinta” langsung nongol di page 1. hehe. Saya gak tahu banyak tentang SEO, gak disengaja juga ini tulisan buat cari SEO. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s