Pesta Seks

ilustrasi: plus.google.com

“Heran ya, ustad kok ceramahnya ngomongin pesta seks”, kata si Mamat saat ngobrol di warung kopi

“Wah, asyik dong.” Udin menimpali sekenanya.

“Ah, elo Din. Kan gak pantes di depan ibu-ibu bahas pesta seks. Tabu tauk.”

“Eh Mat, emang kamu gak doyan seks?”

“Ya iyalah, itu kan kebutuhan manusia.”

“Berarti ustad gak salah dong, ngomongin soal kebutuhan manusia. Dan yang pernah saya denger di surga memang manusia juga berhubungan seks. Malah bisa berhubungan dengan banyak bidadari yang tidak mengalami haid dan tidak bisa hamil.”

“Memang, tapi dia bilang pesta seks itu kenikmatan terbesar yang dijanjikan Allah pada manusia. Karena di dunia manusia sudah mati-matian menahan hasrat seks yang tinggi. Coba pikir, masak begitu sih. Apa berarti kita beragama itu untuk mengejar seks?”

“Mungkin, hahahaha ” jawab Udin asal goblek. “Aku gak punya ilmu buat ngejawab pertanyaanmu yang mulai filosofis itu, Mat.  Tapi rasanya memang agak risi kalau sampai ada pikiran beragama hanya untuk mendapatkan kompensasi seks.”

“Nah itu.”

“Jadi kesimpulannya ada gak pesta seks di surga?”

“Hmmmm…  pertanyaanmu sangat matematis tapi tidak etis. ”

“Hahaaha… jadi ustad bener dong bilang ada pesta seks? ”

“Bener, ning ora pener. ”  jawab Mamat setengah jengkel.

Matahari  perlahan tenggelam di ufuk barat, mengakhiri obrolan tentang pesta seks. Lalu adzan magrib pun menggema dari surau kecil di samping warung kopi mpok Pipit.

“Sudahlah, dari pada makin ngaco nanti di pengajian kita tanyakan saja sama pak Kiai. ”

“Ayolah, siapa takut.”

 

Jakarta, 19 Juli 2017

 

  • bener ning ora pener = betul, tapi gak pas 

 

 

 

Advertisements

6 responses to “Pesta Seks

  1. Hahahaha… berita ini jadi viral yah..
    tapi aku baru baca dari blognya mas, sama blog temen WP lain..
    tapi sebeanranya aku nggak tau secara langsung ceramahnya si ustad itu

    Like

    • hehehe… berusaha ambil hikmahnya aja mas. Ternyata pemilihan kata itu harus lihat konteks sosial budaya setempat, meskipun gak semua yang dikatakan itu tidak benar.

      Like

    • mungkin mbak Ida, semoga cepet dapat jodoh dan bisa belajar lagi dari yang lebih ngerti secara mendalam dalam memahami kitab suci.
      🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s