Niat Menulis

Setiap perbuatan tentu diawali dengan niat. Mau menikah, niatnya ingin bisa hidup berbahagia dan melanjutkan keturunan. Mau bekerja, niatnya ingin bisa membahagiakan keluarga dengan nafkah yang diperolehnya. Mau berolahraga, niatnya ingin punya badan yang sehat sehingga tidak mudah jatuh sakit. Apapun selalu ada niat, dan alangkah baiknya jika niat itu bernilai positif.

Demikian juga dalam hal menulis. Dari awal sekali saya menulis di blog saya mengalami perubahan orientasi dan niat dalam menulis. Seperti anak ABG saja ya, meskipun usia sudah jauh melampaui tapi masih labil dalam pencarian jatidiri :). Dan blog penahp.wordpress.com ini pun sudah mengalami entah yang ke berapa kali perubahan niat. Blog ini bukan blog yang pertama kali saya buat. Pernah punya blog dengan domain sendiri, tapi sekarang sudah tidak saya perpanjang. Ribet ngurusnya. Lebih aman dan nyaman memakai domain wordpress langsung. Selain tak berbayar, kelangsungan hidupnya akan lebih terjamin seandainya dibanding yang berbayar. Blog-blog yang dulu telah gagal dijadikan media menulis secara konsisten. Semoga blog ini adalah blog yang bisa terus saya update sepanjang waktu.

Niat awal menulis hanya ingin belajar menulis, sekedar menyalurkan kesukaan atau kalau bisa dibilang hobi. Pernah juga menulis sebuah blog untuk berdagang, atau blog yang isinya copy paste artikel-artikel yang saya anggap bagus untuk dibagikan. Tapi semua itu telah berlalu. Karena malas dan alasan lain blog itu tak lagi saya lanjutnkan. Sekarang saya ingin memiliki satu blog saja tetapi bisa menjadi tempat menulis yang terus terawat dengan baik. Inginnya begitu.

Itulah mengapa tagline blog saya sering berganti-ganti. Dan sekarang saya mengubahnya dengan tagline yang agak berat mungkin “kerugian terbesar adalah lepas dari mengingat Tuhan.”  Mengapa saya mengubahnya demikian?

Sebenarnya tagline seperti itu lebih bersifat umum. Seperti sebuah slogan atau prinsip dalam menjalani hidup. Bukan hanya dalam menulis saja. Hanya saja saya berfikir bahwa diri saya ini makhluk yang seringkali lupa. Lagi senang lupa, lagi susah pun bisa juga lupa. Lagi asyik menulis juga bisa lupa. Lupa dari mengingat bahwa semua yang saya miliki itu sejatinya bukan punya saya. Bila di tengah-tengah menulis tiba-tiba saya mati, dan saat itu saya sedang tidak dalam kondisi mengingat Tuhan tentu kematian itu adalah kerugian terbesar dalam hidup.

Keterlenaan dari mengingat Tuhan bisa membawa kepada jalan yang tidak dikehendakiNya. Tapi dengan selalu mengingatNya pekerjaan apapun akan senantiasa dibimbingNya. Pun demikian dengan menulis. Apabila saya tetap dalam kondisi ingat pada Tuhan, ingat bahwa kita bisa bergerak bernafas itu semata-mata karena kekuatan-Nya, sehingga dalam menulis pun akan berhati-hati memilih tema, diksi atau apa pun yang kiranya Tuhan tidak menghendaki. Misalnya menulis tentang caci maki, mengumpat, menggosip atau menulis hal-hal yang mengundang nafsu birahi dengan memposting foto-foto vulgar. Karena apa, tulisan yang sudah dipublish akan bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia, sehingga bila hal-hal buruk yang kita tulis, maka sama saja kita menabur keburukan di seantero dunia  Abaikan kenyataan bahwa blog saya ini baru dibaca ratusan orang. hehe.

Oleh sebab itu, niat dalam menulis saya tuangkan saja dalam tagline agar bisa selalu diingat. Tapi saya juga tidak tahu apakah nanti tagline blog saya akan berubah atau tidak. Maklum, kembali saya katakan bahwa soal ini saya masih labil. Masih mencari dan belajar membuat blog yang baik.

Memang, hal yang masih sulit saya lakukan sampai detik ini adalah konsistensi atau bahasa agamanya  “istiqomah”. Doakan ya, semoga dimudahkan untuk tetap bisa menulis tanpa kendala malas dan lelah atau alasan lain yang dengan mudah bisa dicari. Dan yang lebih penting, menulis bagi saya bisa menjadi ungkapan syukur atas pemberianNya berupa nikmat waktu dan ketersediaan sarana menulis serta semangat berbagi hal-hal positif.

Barangkali ada saran yang lebih baik dari teman-teman blogger ? Terima kasih sebelumnya.

Salam literasi

Jakarta, 19 Juli 2017

 

 

 

Advertisements

5 responses to “Niat Menulis

  1. kalau aku sih, nikmati aja bang..
    kalau memang tidak ada ide hari ini.. yah aku gak usah repot2 harus cari artikel untuk di post kan…
    mungkin untuk menyiasati, terkadang dalam 1 hari aku mampu menulis 1-3 artikel. tapi aku publis hanya 1 saja untuk hari ini, yang lainnya besok lagi dan besok lagi..
    jadi rahasia aku tetap terlihat mempublish artikel hampir tiap hari, yah karena itu juga.

    Liked by 2 people

  2. Terima kasih mas Nur, atas advicenya.
    Memang sepertinya gak perlu dipaksakan setiap hari menulis ya. Tapi kalau bisa menabung tulisan ( atau menabung ide seperti tips menulisnya mas Shiq4 ) bagus juga ya. Di atas semua itu, menikmati proses menulis itu yang lebih utama dari pada memaksakan kuantitas.
    Setuju mas.

    Like

  3. Saya gak berani kasih saran mas, wong sy sendiri belum bgt konsisten kok.
    Dan selama ini saya juga gak memaksakan diri hrs selalu posting, semampunya sj, maklum masih banyak yang perlu kita pikirkan dan kita tangani dalam keseharian kita kan?

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s