Mati

Apa yang kautakuti tentang mati? tanya suara hati di suatu waktu.

Banyak, tentu saja. Aku takut meninggalkan keluarga, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan, meninggalkan semua kisah-kisah, cinta dan harapan.  Meski semua itu sejatinya bukan milikku

Bukankah ia adalah pasti?

Benar sekali : ia tlah tertulis dalam kitab yang besar. Dan bila masa itu tiba, tak mungkin aku bisa menawar

Lalu mengapa engkau masih takut dengan sesuatu yang pasti?

Yang lebih kutakutkan bukan kematian itu sendiri. Bahkan andai kematian itu bisa menyelesaikan semua masalah
mungkin banyak orang memilih jalan itu. Jika mati bisa selesaikan semua, jika mati adalah jalan pintas untuk istirahat dari kepenatan dan hiruk pikuk dunia, jika saja mati lebih menjanjikan dari goyang dumang yang membuat semua masalah jadi hilang. Tentu mati tak akan menakutkan semua orang.

Yang kutakutkan tentang mati adalah : jika di alam kubur Tuhan tak menerimaku. Jika Tuhan tak mengampuni dosa-dosaku. Jika Tuhan memalingkan muka dan enggan tersenyum saat buku catatanku merah menyala. Dan hilang sudah kesempatan untuk mengharapkan cinta-Nya.
Dan saat itu semua pintu-pintu telah ditutup. Penyesalan tiada guna, tinggal penderitaan abadi menanti selamanya

Ketakutanku, bukan saja tentang sakaratul maut yang menyakitkan. Tetapi hanyalah jika, ruhku  tak bisa menggapai cinta-Nya

Jakarta, 7 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s