Ibukota

ibu,
sepertinya ibu lelah
menjadi kota ibu
sudah terlalu lama ibu di sini
anak-anakmu kegerahan saling sikut penuh nafsu
karena bumi semakin sesak
kebun ibu sudah lama tak berbuah
hanya hutan beton dan semen sejauh mata memandang

ada baiknya ibu pindah rumah saja
biar anak-anakmu tak mati berebut nasi
atau tenggelam oleh tanah yang kelebihan beban
sambil mengantri di jalanan yang setiap hari tak pernah absen
dari kemacetan

ibu,
kurasa kini saatnya
ibu berada di tengah anak-anakmu
tak berkutat menunggui anak sulungmu yang tak lagi ramah
ayo segera ibu, kita pindah saja
sebelum keadaan terlambat dan
memaksa ibu

Jakarta, 7 Mei 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s