Kami Tak Perlu Kata-kata

ilustrasi:kosongberkata.blogspot.com

kami tak perlu kata-kata
yang berhenti di dua bibir
yang mudah diarahkan suka-suka
yang menjelma sebagai kata benda
yang melambungkan subyek
yang menyamar seolah obyek penderita

sungguh, kami mau bebas
lepas dari tikaman kata-kata yang lembut mengalir,
meliuk bagaikan tarian king kobra
yang kaukemas dengan label atas nama

kami punya nurani
otak juga masih berisi

tapi perut kami mual
diremas kata-kata kurang gizi
meski dibalut dengan selendang sutra
dan butiran-butiran mutiara melapisi


kata bukan sekedar susunan huruf
bukan sebatas rangkaian suku kata
bukan pula perempuan lugu yang mudah kauselingkuhi

dengan janji angin surga
dan kausetubuhi tanpa cinta

kata-kata bukanlah puisi
yang disusun hanya untuk memenuhi tugas pelajaran sastra
bukan pula angin bawah
yang kauhembuskan lalu dada menjadi lega
lalu kau sembunyi sembari tertawa

saat semua orang menutup hidung lalu mengumpat
kata-kata

kami tak lagi perlu kata-kata
yang diperkosa maknanya
bahkan engkau sendiri pun tak mendengar kata-kata
meski jarak mulutmu hanya beberapa senti dari telinga

sudah buang saja pada tong sampah
kata-kata yang  membuat kami muntah

**

Jakarta, 20 Maret 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s