Bela Aku, Tuhan

bela aku, Tuhan
dari pemaksaan kemanusiaan
dari pemerkosaan pikiran
dari penjara yang lahir dari monopoli kebenaran
juga ketidakjujuran yang dikemas
atas nama-Mu

bela Aku, Tuhan
makhlukmu ini begitu lemah
hingga setiap detak jantung dan helaan nafas
Engkau ada di sana menggerakkannya
tak sedetikpun
aku lepas dari pembelaanMu

Tuhan,
dalam ketakutan
kami lebih banyak diam
berharap badai lekas berlalu
di telan waktuMu

Jakarta, 3 Maret 2017

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s