Senja Menjelang di Bulan Maret

docpri

docpri

Hujan sore ini kuintip dari balik jendela. Rintik-rintiknya semakin deras berkejaran mengguyur gedung kantor dan lapangan bola tempat aku mengais rejeki setiap hari. Awan hitam pekat melukis langit, bersama sisa-sisa cahaya matahari jingga yang menapaki kaki langit. Senja menjelang dan hujan bertaburan membuatku selalu merasa rindu. Entah, rindu kepada apa dan mengapa.

Udara dingin hadir bersama tiupan angin menyentuh rasa, melambungkan angan menelusuri perjalanan hidup yang tak terasa mendamparkanku pada usia yang sudah menginjak kepala empat. Usia yang sudah mulai beranjak waktu Ashar.

Senja di bulan Maret. Aku ingin sisa hidup ini tak sia-sia, sisa hidup yang bisa kupertanggungjawabkan kelak di alam keabadian.

Jakarta, 2 Maret 2017

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s