SISI LAIN DUNIA FIKSI

ilustrasi: architecturaltrend.com

ilustrasi: architecturaltrend.com

Kududuk menyendiri. Bermain dalam dunia imajinasi. Hidup di dunia lain, dunia fiksi. Menghayal, mereka-reka kisah dan menuliskannya. Lalu kutekan huruf demi huruf pada tombol keyboard atau kadang lewat keypad smartphoneku. Huruf-huruf menjelma kata dan kalimat. Terangkailah susunan paragraf dan alur cerita berikut konflik dan endingnya.

Di lain waktu kutulis kalimat-kalimat berima, berulang dan kadang penuh analogi juga metafora. Kadang ngawur tak terkira. Dan tertuanglah bait-bait puisi yang tak terlampau kupedulikan bagus tidaknya.

Begitulah sebagian waktu kuhabiskan. Kata orang ini namanya menulis. Aku adalah sekelompok orang yang di kepalanya ada sebuah dunia. Dunia fiksi. Dunia khayalan, dunia yang tak terjamah oleh 5 indera manusia, tapi seolah ia nyata. Padahal apa sih manfaatnya khayalan, dan segala yang hidup di kepala yang diberi istilah keren bernama “fiksi”? Walau pun di luar sana hasil imajinasi itu mampu membius para pembaca yang mau menelan cerita-ceritanya. Cerita yang sering kali indah dan dramatis, dan seringkali tak pernah ada di dunia nyata. Banyak yang tak peduli apakah dengan membacanya akan membawa manfaat bagi kehidupannya atau tidak. Misalnya yang sakit jadi sembuh. Atau yang miskin jadi kaya, atau yang bersedih jadi bahagia. Tidak juga bukan?

Tapi mengapa dunia itu ada? Apa tak cukup manusia menjalani dunia nyata yang mampu diinderanya.
Apa gunanya fiksi hingga bersusah-susah orang menulisnya? Entahlah, aku pun tak memiliki alasan untuk dengan tepat menjawabnya. Yang kutahu bahwa, menulis itu seperti membuang hajat saja. Ia harus dikeluarkan. Dan aku tak ingin mencari alasannya. Yang jelas, sedari kecil kita menikmati cerita. Tentang kancil, kedurhakaan malin kundang, Detektif Conan, sampai Anny Arrow yang memacu masa puber para remaja.

Ah, kupikir Tuhan tak mungkin salah menciptakan dunia fiksi. Karena di sana kutemukan banyak pelangi. Meskipun aku tak bisa merabanya dengan tanganku, tapi aku mulai merasa punya kehidupan di dalamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s