REPUBLIK POKEMON

ilustrasi: 2dayfm.com

ilustrasi: 2dayfm.com

‪#‎eventFC‬
‪#‎ceritarakyat‬

Tersebutlah kisah kelompok teroris yang menamakan diri Republik Pokemon pimpinan Susanto telah menggemparkan bumi Nuswantoro. Republik Pokemon hendak merebut kekuasaan kerajaan Nuswantoro yang diperintah oleh Raja Alpaprana dengan cara “jihad”. Susanto percaya bahwa Republik Pokemon adalah satu-satunya harapan untuk mewujudkan tatanan hidup yang dikehendaki Tuhan sebagaimana diyakini kelompoknya. Maka dari itu kerajaan Nuswantoro harus direbut dan digantikan dengan Republik Pokemon di bawah pemerintahan yang mendapat legitimasi dari Tuhan.

Untuk mewujudkan ambisinya itu Susanto merekrut anak-anak muda guna membantu perjuangannya, Dibujuknya mereka dengan iming-iming pahala surga dan 70 bidadari yang siap melayani para pejuang apabila gugur di medan jihad. Konon terkumpullah pemuda-pemuda gagah berani yang siap mati tapi tak siap hidup. Mereka serahkan jiwa raga lalu dibaiat oleh Susanto dengan ikrar setia dan kesanggupan berkorban untuk terwujudnya negeri Pokemon. Anak-anak muda itu adalah Rudie Chakil,Pairunn Adi, Alung de Moore dan Granito Ibrahim. Sebagai senior keempatnya diangkat menjadi komandan regu yang masing-masing memimpin 30 anak buah yang menjadi prajurit garda depan jika terjadi keadaan genting. Mereka dilatih berperang, bergerilnya dan bertahan hidup di berbagai kondisi dan medan yang sulit.

Di antara pengikut Susanto ada juga 4 wanita yang turut berjuang. Mereka sekaligus menjadi istri Susanto. Ke 4 wanita yang cantik-cantik bak bulan merekah itu adalah Eka Murti, Sari Aryanto, Langit Quinn danGendis Pambayun. Dengan didampingi para istri Susanto tampak selalu bergairan dan bersemangat menjalani hari-harinya bergerilnya menyusun kekuatan di hutan belantara, di bagian utara kepulauan Sulawesi.

Sepak terjang kelompok Susanto akhir-akhir ini sangat meresahkan. Mereka tega menghabisi siapapun yang terlanjur mengetahui keberadaannya. Ini dilakukan agar persembunyiannya tetap aman sampai suatu saat kekuatannya siap untuk merebut kekuasaan Kerajaan Nuswantoro. Namun Raja Alpaprana tidaklah tinggal diam. Dikerahkannya prajurit-prajurit khusus untuk melakukan operasi penangkapan dan penumpasan gerakan pemberontakan ini. Diisntruksikannya para prajurit untuk menyerahkan gembong teroris Susanto hidup atau mati.

Sudah setahun perburuan berjalan, tapi sampai saat ini perburuan belum mendapatkan hasil. Kelompok Susanto dikenal licin dan terlatih menghindari kejaran tentara kerajaan. Mereka seperti mengenali setiap sudut hutan sehingga mudah bersembunyi di tempat yang sulit ditemukan bagi yang tak mengenal kondisi hutan.

Namun, seiring berjalannya waktu Susanto mulai kewalahan menghadapi kesulitan. Perbekalan makanan semakin lama semakin menipis. Perpecahan internal pun terjadi lantaran kecemburuan dan rasa lapar yang makin membesar. Kelompok Republik Pokemon mulai menunjukkan penurunan soliditasnya. Beberapa anak buah bahkan mulai berani membangkang dan melarikan diri.

Seperti yang terjadi pada beberapa bulan selanjutnya. Ddiawali saat Rudie Chakil memberanikan diri mengajukan permintaan khusus. “Komandan, saya mohon izin untuk pulang sebentar menemui istri.. Sudah lama sekali saya….. Saya sudah gak kuat berlama-lama menahan keinginan saya sebagai seorang lelaki…. “ pinta Rudie jujur.

“Apa, pulang? Tidak boleh. Ingat, kita sedang jihad. Kita harus belajar kuat meninggalkan istri, anak atau keluarga. Ini perjuangan. Harus disadari, butuh pengorbanan besar. Tapi percayalah padaku, imbalan dari perjuangan jihad ini jauh lebih besar. Berbagai kenikmatan di surga dengan 70 bidadarinya sedang menantimu di sana. Ingatlah itu jika kamu sedang dilanda kangen pada istrimu.”

Rudie sangat kecewa permintaannya ditolak. 70 bidadari yang dijanjikan itu tidak diperlukan saat ini. Rudie ingin bangun dari mimpi dan menyambangi kenyataan. Dalam hati ia berakata, “Huh, dianya aja boleh bawa istri. Mana 4 lagi. Lah kita, dibiarin merana sampai mau pecah ubun-ubun. Sungguh sangat tidak adil.kau, Susanto.”

Tak berapa lama Pairun pun menghadap Susanto dengan satu permintaan.
“Komandan, izinkan aku turun gunung sebentar. Aku sudah sangat lapar. Kalau komandan tak bisa membagi sedikit makanan untukku aku akan mencari sendiri ke desa-desa. Aku kangen makan nasi uduk plus semur jengkol kesukaanku. Jangan sampai aku mati dalam keadaan memendam keinginan makan nasi uduk, Dan. Please.. “

“Tidak bisa. Pairun, ingat ya. Kita sedang berjihad. Kita harus berlatih menghemat makanan. Makanya jatah makan sehari jangan langsung disikat sekali makan biar kamu gak kelaparan seperti ini. Kamu harus kuat, Harus lebih kuat dari musuh-musuh yang akan kamu hadapi. Termasuk kuat menahan lapar. Tunggu saja jatahmu untuk besok pagi.”

Lagi-lagi Pairun kecewa berat sebagaimana Rudie chakil. Ia pun tak berani melawan pimpinan. Paling hanya menggerutu dan ngedumel. “Dasar pelit. Nyesel gue ikut lu. Lama-lama gue nekad juga nih.”

Hingga akhirnya kesabaran Pairun dan Rudie Chakil pun mencapai batasnya. Mereka sepakat untuk melawan komandan dengan nekat turun gunung. Sesampai di desa ia menyerahkan diri kepada aparat dan mengakui semua kesalahannya. Mereka berjanji tidak akan kembali bergabung dengan kelompok Republik Pokemon, Mereka pun memberitahukan keberadaan Susanto dan kawan-kawan.

Para prajutit Kerajaan langsung mendatangi titik persembunyian Susanto. Didapatinya Susanto sedang mandi sambil menangkap Pokemon dengan gadget barunya. Entah dia dapat dari mana gadget keren itu. Mungkin ia minta bantuan Doraemon dengan mesin waktunya.

Susanto dengan mudah dan nyaris tanpa perlawanan ditangkap oleh para prajurit kerajaan. Meskipun awalnya berusaha melawan , tapi menghadapi 10 orang prajurit dengan senjata lengkap Susanto tak berdaya. Namun prajurit kerajaan enggan menggunakan senjatanya. Ia cukup menggelitiki pinggang Susanto sampai nyegir-nyegir dan menahan rasa geli yang amat sangat. Sampai satu jam ia digelitiki para prajurit utusan Alpaprana. Akhirnya pemimpin Republik Pokemon itu pun pingsan karena tak kuat menahan geli. Bahkan sebelum pingsan ia masih cekikikan karena geli dan selalu menyebut-nyebut nama Pokemon yang lepas dari bidikannya.

“Mbok Enom.. eh.. .. Charmeleon.. Charmeleon.. ” ucap Susanto sebelum pingsan.

Maka dibawalah Susanto dalam keadaan pingsan menuju kerajaan untuk dipersembahkan kepada Raja Alpaprana. Ia pun siuman setelah berada dalam terali besi. Entah hukuman seberat apa yang akan dijatuhkan oleh kerajaaan Nuswantoro, Susanto sabar menunggu sidang pengadilan.

Setelah penangkapan Susanto dan semua anggota Republik Pokemon, maka gerakannya pun bubar dengan sendirinya. Tinggallah sebuah utopia tentang sebuah negeri di siang bolong.

Jakarta, 21 Juli 2016
*) Terinspirasi oleh tertembaknya kelompok teroris Susanto di Poso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s