Sate Mentok

20160711_095356[1]

Pulang dari kampung dibekelin daging mentok sama mbah putri, sejenis bebek tapi lebih besar lagi. Sampai di rumah ( Depok ), masih pegel-pegel badan. Daging mentok masih terlantar di kulkas, sampai siang belum kepegang. Anak-anak mau makan males-malesan karena masih capek. Istri sibuk beberes kardus-kardus yang berisi oleh-oleh buat tetangga.

Khawatir daging mentok terlambat dimakan, iseng-iseng aku ungkep. Setelah 15 menit kuangkat lantas kupotong-potong seukuran potongan sate. Pengin bikin sate yang anti mainstream ceritanya, sekaligus biar makanan ini cepet kemakan dan gak keburu basi. Kan jarang-jarang mentok disate. 🙂

Alhasil, jadilah hidangan sate mentok dengan bumbu kecap ala masHP .. eh ala kadarnya dink. 🙂 . Dan…. saat anak-anak sama mamanya melihat penampakan sate, langsung deh diserbu ini makanan. Hanya dalam hitungan menit sate mentok buatan papinya ludes. Alhamdulillah.

Depok, 11 Juli 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s