Sungai dan Rindu Masa Kecil

sungai di kampung

Sungai di kampung, mengering.

Pagi-pagi selesai sholat subuh aku melangkahkan kaki menuju sungai. Ada rasa kangen ingin melihat seperti apa sungai yang dulu menyimpan kenangan indah masa kecil. Sungai di kampungku dulu menjadi tempat bermain anak-anak, menjala ikan bagi orang dewasa, memancing dan juga untuk irigasi atau pengairan sawah di musim kemarau. Sungai menjadi tempat yang menyenangkan kala itu.

Namun, kini sungai di kampungku tak seindah dan senyaman dulu. Tak lagi kulihat anak-anak mandi di sungai, bapak-bapak tua menjala ikan, juga aktifitas memancing yang biasanya terlihat di tepian sungai.

Sungai di kampungku kini mengering, kalau toh ada air tinggal beberapa senti saja. Dangkal sekali . Ikan pun tak betah tinggal di sana. Dan bukan karena tak betah juga, bahkan ikan-ikan yang dulu sering menemani kenikmatan hidangan di meja makan, sekarang sudah dilenyapkan oleh mereka yang serakah mencari ikan. Merekan mencarinya dengan meracuni ikan hingga mabok dan mati. Kadang dengan strum listrik. Semua cara itu menjadi sebuah kejahatan alam yang melenyamkan satu bagian ekosistem. Semua ikan mati oleh keserakahan manusia.

Keindahan sungai di kampungku kini tinggal kenangan. Kering dan menyisakan kepedihan tatkala membandingkan keadaannya dulu dan sekarang.

Akankah sungaiku bisa dikembalikan sebagaimana dahulu?

Wonogiri, 8 Juli 2016

20160708_055352

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s