PUISI GELAP

src:youtube.com

src:youtube.com

Cetrap!
tegangan turun
entah kali ke berapa
*
hampa merayap
sunyi senyap
hitam pekat
malam terlelap
gelap
di sudut dusun yang tiarap
*
tulis saja puisimu
meski tinta tlah mengering
meski hati dibingkai pilu
gelap pun menangis kelu
dan pejabat sibuk menabung janji
di hatinya yang beku
*
renda saja kainmu
selimuti anakmu
dan dingin di luar sana
menjadi sahabat
pada gelap yang enggan sirna
*
tapi tetaplah simpan
asa yang masih tersisa di perapian
jika esok kembali datang
kayu bakar dan pemantiknya
pasti kauperlukan
*
di sini
dalam gelap
semut hitam berbaris diam-diam
torehkan puisi untuk dewa kegelapan
sambil berbisik
“kawan, dunia ini semuanya berpasang-pasangan”

***
* Ciracas, 17 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s