Lelah

src : assets-a2.kompasiana.com

src : assets-a2.kompasiana.com

Pernahkah engkau lelah kawan? Bulan enggan bersinar dan kau mengendap dalam gelap. Dian tiada, bintang pun sirna

Kurasa itu hanya satu sisi mata uang yang tengah merengkuhmu. Tak benar-benar lelah itu menyelimutimu erat. Selalu ada celah agar lelahmu mencair. Ada saatnya bulan purnama kan hadir.

Seperti malam yang tak pernah meninggalkan kelelawar tidur. Karena siang hari pun tak tahan untuk tak mengusirnya dari tempat tidurnya

Lelah. Selalu ada sebuah nama. Yang acap disebut berulang-ulang. Biarkan…ia mencari

Biarkan..

Depok, September 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s