Kealpaan

alpa

src : pondokkecil.com

mendapati diri membeku
dalam kealpaan dan dunia haru biru
yang selalu terburu-buru menuntut-Mu

lidah kelu
tertatih-tatih mengeja nama-Mu
serasa tak pernah sampai, hingga Kau jatuh bangunkan aku
sampai lupa waktu

di sini, setiap kali mengetuk pintu
masih bersyukur tak hilang inginku
menghampiri yang tak pernah bosan menerima gelisahku
sampai kumalu, seolah mempermainkan-Mu

namun, selalu ada harap bila dekat-Mu
wahai, yang tak pernah menutup pintu
untuk seberapapun kekhilafan meski sebesar gunung Merbabu
jadikan akhir perjalananku
berada dalam dekapan-Mu

#Jakarta, 21 Des 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s