Musik Pertengahan

musik

pernah kudengar sebuah musik
mengalun tanpa ruh
membebaskan tanpa batas
menuhankan akal hingga jiwa liar
berselimut hawa nafsu,
ego dan pengagungan rasionalitas
*

lalu kudengar  sebuah musik yang lain
dimainkan dengan sangat kaku
keras dan memekakkan telinga
hanya dengan satu dua nada
seperti hitam dan putih
tak peduli akan keragaman manusia
dengan sejuta cita rasa
*

hingga pada suatu ketika
kudengar  sebuah musik mengalun penuh harmoni
tak memekakkan telinga
pun memecahkan gendang telinga
syahdu hingga menembus titik kemanusiaan
dan kehambaan manusia
*

begitulah sejatinya agama
seperti musik yang dimainkan dengan cantik
menyejukkan dan melembutkan hati
menuntun hamba mencintai Tuhannya
*

itulah musik yang diajarkan sang mursyid
yang tak memekakkan telinga
indah dan sejuk
menyentuh kalbu
mendamaikan kehidupan

#Jakarta, 1 November 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s